Skenario kasus Drug Related Problems (DRP) pada pasien diabetes
1. Skenario: Ketidaktepatan Dosis (Dosage Too High)
Data Pasien
-
Nama: Tn. A
-
Usia: 68 tahun
-
Jenis Kelamin: Laki-laki
-
BB/TB: 60 kg / 165 cm
-
Diagnosis:
-
Diabetes Mellitus tipe 2 (10 tahun)
-
Hipertensi
-
Gangguan fungsi ginjal (CKD stage 3B)
-
-
Obat yang digunakan:
-
Metformin 850 mg 3x sehari
-
Glimepiride 4 mg 1x sehari
-
Amlodipine 10 mg 1x sehari
-
-
Laboratorium:
-
GFR: 32 mL/min/1.73m²
-
HbA1c: 7,8%
-
GDP: 132 mg/dL
-
SGOT/SGPT: normal
-
Keluhan / Temuan
-
Pasien mengeluh mual dan diare berat, lemas, serta penurunan nafsu makan.
Identifikasi DRP
-
Kategori: Dosage too high (dosis terlalu tinggi) dan Contraindicated in renal impairment
-
Alasan: Metformin tidak direkomendasikan pada GFR < 30–45 mL/min, terutama pada dosis tinggi, karena risiko asidosis laktat meningkat.
2. Skenario: Interaksi Obat yang Merugikan
Data Pasien
-
Nama: Ny. B
-
Usia: 55 tahun
-
Diagnosis: DM tipe 2, dislipidemia, infeksi saluran kemih
-
Obat:
-
Metformin 1000 mg 2x sehari
-
Sitagliptin 100 mg 1x sehari
-
Simvastatin 40 mg 1x sehari malam
-
Ciprofloxacin 500 mg 2x sehari (baru diberikan 3 hari lalu)
-
-
Laboratorium:
-
GDP: 118 mg/dL
-
HbA1c: 7,2%
-
Lipid: LDL 146 mg/dL
-
Keluhan / Temuan
-
Pasien mengalami goyang/lemas, keringat dingin, dan tremor → tanda hipoglikemia.
Identifikasi DRP
-
Kategori: Drug–drug interaction
-
Alasan: Ciprofloxacin dapat meningkatkan efek hipoglikemik metformin dan sitagliptin → meningkatkan risiko hipoglikemia.
3. Skenario: Ketidakpatuhan (Non-compliance)
Data Pasien
-
Nama: Tn. C
-
Usia: 45 tahun
-
Diagnosis: DM tipe 2 (baru 6 bulan)
-
Obat:
-
Metformin 500 mg 2x sehari
-
Empagliflozin 10 mg 1x sehari
-
Keluhan / Temuan
-
Gula darah sewaktu: 312 mg/dL
-
HbA1c: 10,2%
-
Pasien mengaku sering lupa minum obat, hanya minum bila merasa “pusing atau haus berlebihan”.
Identifikasi DRP
-
Kategori: Non-adherence
-
Alasan: Pasien tidak meminum obat secara rutin → menyebabkan kontrol gula buruk.
4. Skenario: Efek Samping Obat
Data Pasien
-
Nama: Ny. D
-
Usia: 63 tahun
-
Diagnosis: DM tipe 2, obesitas (BMI 32), hipertensi
-
Obat:
-
Metformin 1000 mg 2x sehari
-
Pioglitazone 30 mg 1x sehari
-
Candesartan 16 mg 1x sehari
-
Keluhan / Temuan
-
Bengkak pada pergelangan kaki, kenaikan berat badan 3 kg dalam 2 minggu.
-
Tidak ada dyspnea, tapi kaki terasa berat.
Identifikasi DRP
-
Kategori: Adverse drug reaction (ADR)
-
Alasan: Pioglitazone dapat menyebabkan retensi cairan dan edema perifer, terutama pada pasien lansia dan obesitas.
5. Skenario: Therapy Needed (Needs Additional Drug Therapy)
Data Pasien
-
Nama: Tn. E
-
Usia: 59 tahun
-
Diagnosis: DM tipe 2, hipertensi, dislipidemia
-
Obat:
-
Metformin 850 mg 2x sehari
-
Amlodipine 5 mg 1x sehari
-
-
Laboratorium:
-
HbA1c: 9,1%
-
GDP: 168 mg/dL
-
LDL: 170 mg/dL
-
-
Riwayat keluarga: ayah meninggal akibat infark miokard
Keluhan / Temuan
-
Tidak ada keluhan akut, tapi kontrol gula tidak adekuat.
Identifikasi DRP
-
Kategori: Needs additional drug therapy
-
Alasan:
-
HbA1c masih tinggi → perlu penambahan obat antidiabetik lain.
-
Selain itu pasien memiliki risiko kardiovaskular tinggi → seharusnya mendapatkan statin, tetapi belum diresepkan.
-
📝 SOAL LATIHAN DRP — Pasien Diabetes
SOAL 1 – Skenario Ketidaktepatan Dosis
Tn. A (68 tahun) menggunakan Metformin 850 mg 3x/hari. Hasil laboratorium menunjukkan GFR 32 mL/min/1.73m². Pasien mengeluh mual dan diare berat.
Pertanyaan:
DRP apa yang paling tepat pada kasus ini?
Pilihan:
A. Need additional drug therapy
B. Drug interaction
C. Dosage too high
D. Adverse drug reaction
SOAL 2 – Interaksi Obat
Ny. B mengalami hipoglikemia setelah 3 hari minum ciprofloxacin yang dikombinasi dengan metformin dan sitagliptin.
Pertanyaan:
Interaksi obat apa yang terjadi?
A. Ciprofloxacin menurunkan efek sitagliptin
B. Metformin menurunkan kadar ciprofloxacin
C. Ciprofloxacin meningkatkan efek hipoglikemik metformin dan sitagliptin
D. Tidak ada interaksi yang relevan
SOAL 3 – Efek Samping Obat
Ny. D mengalami edema dan peningkatan berat badan setelah mengonsumsi pioglitazone.
Pertanyaan:
Apa DRP yang paling sesuai?
A. Adverse drug reaction
B. Subtherapeutic dosage
C. Need additional therapy
D. Wrong drug
Berita Terkait
Menyusun Kriteria Inklusi dan Eksklusi dalam Penelitian Farmasi
Dalam dunia riset farmasi, baik itu di laboratorium, uji praklinis pada hewan, maupun studi klinis k...
Penurunan Kadar Albumin dan Asites
Penurunan kadar albumin dalam tubuh manusia sering kali dikaitkan dengan berbagai kondisi medis yang...
Beyond Use Date Sediaan Steril
1. Kategori Lingkungan (Category 1, 2, 3) · Katego...
Beyond Use Date Sediaan Non-Steril
1. Beyond-Use Date (BUD) Tanggal batas penggunaan setelah sediaan selesai diracik. Setelah melewati...