Penurunan Kadar Albumin dan Asites

Kategori: Farmasi Klinis & Komunitas Dipublikasikan pada 30 November 2025 Oleh: Dr.apt. Syuhada, M.Farm.

Penurunan kadar albumin dalam tubuh manusia sering kali dikaitkan dengan berbagai kondisi medis yang serius. Albumin adalah protein yang diproduksi oleh hati dan memiliki peran penting dalam menjaga tekanan osmotik koloid darah, yang pada gilirannya membantu menjaga volume darah dan distribusi cairan di dalam tubuh. Kadar albumin yang rendah, atau dikenal sebagai hipoalbuminemia, dapat menjadi indikasi gangguan fungsi hati, ginjal, atau gizi buruk.

Salah satu kondisi medis yang sering dihubungkan dengan penurunan kadar albumin adalah asites, yaitu penumpukan cairan di rongga perut. Asites umumnya terjadi akibat sirosis hati, di mana hati mengalami kerusakan parah sehingga tidak mampu memproduksi albumin secara memadai. Tanpa jumlah albumin yang cukup, cairan cenderung bocor dari pembuluh darah ke rongga perut, menyebabkan pembengkakan yang dikenal sebagai asites. Penelitian menunjukkan bahwa asites dan hipoalbuminemia sering kali saling berhubungan dalam konteks penyakit hati kronis. Dalam kasus sirosis, jaringan parut yang terbentuk di hati mengganggu aliran darah dan menyebabkan peningkatan tekanan dalam vena portal, yang dikenal sebagai hipertensi portal. Kondisi ini berkontribusi pada pembentukan asites dan penurunan kadar albumin lebih lanjut.

Selain sirosis, penyakit ginjal kronis juga dapat menyebabkan penurunan kadar albumin dalam darah. Pada kondisi seperti sindrom nefrotik, ginjal mengalami kerusakan yang menyebabkan kebocoran protein ke dalam urin, mengakibatkan hipoalbuminemia. Penurunan kadar albumin ini juga dapat menyebabkan pembentukan asites sebagai bagian dari gejala edema yang lebih luas di tubuh. Pengelolaan hipoalbuminemia dan asites harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi. Terapi medis sering kali melibatkan pengobatan untuk mengatasi penyebab mendasar, seperti pengobatan untuk sirosis atau penyakit ginjal. Di samping itu, intervensi diet dan nutrisi juga penting untuk meningkatkan kadar albumin dan mengurangi risiko penumpukan cairan.

Dalam beberapa kasus, prosedur medis seperti paracentesis dilakukan untuk mengeluarkan cairan berlebih dari rongga perut. Pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara kadar albumin dan asites sangat penting bagi manajemen klinis pasien dengan penyakit hati atau ginjal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler di balik kondisi ini dan mengembangkan terapi yang lebih efektif untuk mencegah komplikasi yang serius.

📌 Artikel ini dibuat oleh AI dan: Dr.apt. Syuhada, M.Farm.

80 views 0 likes
Kembali ke Beranda

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar.

Kalkulator Klinik

Formula Cockroft-Gault
GFR = ((140-umur) × BB × k) / (72 × SCr)
k = 1.0 (pria), 0.85 (wanita) | Normal: >90 mL/min/1.73m²

Perhitungan GFR (Cockroft-Gault)