Dispensing sediaan steril
Dispensing sediaan steril merupakan salah satu aspek penting dalam praktik farmasi, terutama di lingkungan rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Proses ini melibatkan penyiapan, pengemasan, dan distribusi obat-obatan yang harus bebas dari kontaminasi mikroba untuk menjamin keamanan dan efektifitas terapi pada pasien. Sediaan steril umumnya mencakup produk-produk seperti injeksi, infus, dan obat mata, yang semuanya sangat rentan terhadap kontaminasi. Proses dispensing sediaan steril memerlukan lingkungan yang terkontrol dengan ketat, biasanya dilakukan di dalam ruang bersih (clean room) yang dirancang khusus untuk meminimalkan risiko kontaminasi. Standar operasional prosedur (SOP) untuk dispensing sediaan steril mengharuskan penggunaan alat pelindung diri (APD) dan peralatan khusus seperti laminar air flow cabinet atau isolator. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan aman untuk digunakan oleh pasien. Salah satu tantangan dalam dispensing sediaan steril adalah menjaga stabilitas dan potensi obat selama proses persiapan dan penyimpanan. Obat-obatan steril sering kali sensitif terhadap suhu, cahaya, dan kelembaban, yang dapat mempengaruhi stabilitas kimia dan fisikanya. Oleh karena itu, farmasis harus memiliki pengetahuan mendalam tentang sifat-sifat kimia dan fisika dari setiap bahan yang digunakan. Ruangan steril terbagi menjadi 2 macam, seperti ruangan pencampuran nonsitostatika dimana ruangan ini semakin ke dalam ruangan semakin positif dan ruangan sitostatika dimana ruangan ini semakin ke dalam justru semakin negatif. Selain itu, pelatihan dan kompetensi tenaga kesehatan yang terlibat dalam dispensing sediaan steril sangat penting. Farmasis dan teknisi farmasi harus memahami prinsip-prinsip aseptik dan teknik-teknik manipulasi yang diperlukan untuk mencegah kontaminasi. Kesalahan dalam praktik aseptik dapat menyebabkan infeksi serius pada pasien, yang dapat memperpanjang masa rawat inap dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan. Pengawasan dan pengujian kualitas juga merupakan bagian integral dari proses dispensing sediaan steril. Setiap batch produk steril harus diuji untuk memastikan kebersihan dan potensi. Proses pengujian ini dapat melibatkan pemeriksaan visual, pengujian mikrobiologis, dan analisis kimia untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Dalam konteks regulasi, badan pengawas obat dan makanan di berbagai negara telah menetapkan pedoman ketat untuk produksi dan dispensing sediaan steril. Pedoman ini mencakup spesifikasi teknis untuk fasilitas, peralatan, dan proses yang digunakan dalam pembuatan produk steril. Kepatuhan terhadap regulasi ini adalah wajib untuk memastikan keselamatan pasien dan menghindari sanksi hukum. Dengan meningkatnya permintaan akan obat-obatan steril, terutama selama pandemi global, kebutuhan akan fasilitas dan tenaga kerja yang terampil dalam dispensing sediaan steril semakin meningkat. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan program pelatihan dan sertifikasi yang lebih komprehensif bagi tenaga kesehatan di bidang ini. 📌 Artikel ini dibuat oleh AI dan: Jessica lidia putri sihotang
Berita Terkait
Menyusun Kriteria Inklusi dan Eksklusi dalam Penelitian Farmasi
Dalam dunia riset farmasi, baik itu di laboratorium, uji praklinis pada hewan, maupun studi klinis k...
Penurunan Kadar Albumin dan Asites
Penurunan kadar albumin dalam tubuh manusia sering kali dikaitkan dengan berbagai kondisi medis yang...
Beyond Use Date Sediaan Steril
1. Kategori Lingkungan (Category 1, 2, 3) · Katego...
Beyond Use Date Sediaan Non-Steril
1. Beyond-Use Date (BUD) Tanggal batas penggunaan setelah sediaan selesai diracik. Setelah melewati...